Tutorial mixing drum (Basic)
Drum mixing 101
by: Alfan Zarkasih (Enginnering of S2 Recording Studio)
Pertama, setelah kita terima lagu dari client biasanya yg pertama dikerjakan adalah drum. setelah panning overhead, tom, hihat, dll (biasanya kick dan snare ditengah, kecuali untuk lagu jazz menggunakan stik brush) kita mulai balancing awal. Mungkin komposisi antara snare up-bottom, kick boom dan beater dll, lalu dengarkan dengan keseluruhan mix agar dapat gambaran penuh dari maksud dan tujuan drum ini direkam hehe.
Setelah itu langkah selanjutnya kita tentukan apakah drum ini mau diquantize, di benerin secara manual, atau kalau playernya bagus sudah sesuai dengan metronome, ya tidak perlu diedit.
Kalau diquantize, karena saya dedicated sonar user, maka biasanya saya menggunakan audiosnap (beat detective kalau di pro tools), gunakan metronome yang ada sesuai project, lalu kalau softwarenya salah membaca tempo, dinonaktifkan atau digeser manual beberapa transient marker nya agar mendapatkan beat yang stabil. Perhatikan juga tresholdnya, digeser-geser sampai dapat semua beat yang diinginkan.
*note: ada baiknya setelah mendapatkan hasil quantize yg diinginkan, clip di bounce untuk menghemat memory computer, dan bila diexport kesuluruhan mix tidak memakan waktu lama.
Kalau mau dibenerin secara manual, mulailah dengan menyalakan metronome di project lalu play project sambil mencari beat mana yang terlalu jauh dari tempo, terus dipotong-digeser (jangan lupa perhatikan crossfadenya, karena bila data audio yg tidak benar di crossfade maka akan ada bunyi klik atau malah double bunyinya), biasanya saya mengkombinasikan kedua teknik diatas, jadi dibenerin manual dulu, diquantize, lalu dibenerin manual lagi, karena software itu bodoh dan saya lebih bodoh lagi karena mengandalkannya. :)
*note: perhatikan beat2 yang tidak sesuai 4/4 seperti triplet ataupun ditengah lagunya berubah jadi 3/4, dll, jangan sampai beat nya berubah total dari maksud lagunya.
Cara terakhir yah kalau sudah bener semua ngapain kita kotak katik. amien.
Step selanjutnya dibagi menjadi 3, yaitu:
1. menggunakan suara asli drum
Kalau drumnya suaranya bagus, karakternya sesuai dengan musik, pokoknya klop banget, sayang kalau kita resample ulang.
2. Resample
Jika sound drumnya ternyata kurang baik, maka tidak ada salahnya kita resample ulang, contoh : dengan plugin seperti drumagog (wav drum dari steven slate sangat bagus, kalau mencari sound sample yang lain banyak sumber lain dari internet mulai dari yang bayar sampai gratis). Kalau me-resample, usahakan soundnya jangan terlalu jauh dari drum asli (karena bakal terlalu belang dengan bocoran dari overheadnya), atau blend di drumagog nya jangan full. Mainkan jg parameter di drumagog seperti pitch untuk mendapatkan sound yang diinginkan.
*note: kalau resample hanya untuk mencari sound yang bersih, ada baiknya sample dari data asli drum nya, dengan mengambil part snare, kick atau toms yang bersih (tanpa ada suara hihat atau cymbal) lalu dimasukkan ke drumagog. Kalau bikin sample drum perhatikan kapan soundnya mulai (kalau perlu di zoom sampai dekat), maksudnya bikinlah sample yang pas dengan metronome, akan aneh kalau sample nya telat. :)
*note: kalau diresample dengan drumagog perhatikan detail2 drum seperti misalnya suara snare drum "trak tak tak" jangan sampai jadi tinggal "tak tak tak", mainkan gain data audio drumnya agar dibaca parameter drumagog atau mainkan parameter drumagog dan resolutionnya.
3. To midi
Nah ini jg trik yang lazim digunakan, pakai plugin pilihan anda (mau ez drum, addictive, bahkan sound techno, dll). Jangan lupa cocokkan dengan suara drum asli pastikan tidak ada suara yang tertinggal (jangan sampai bunyi kick "dreg deg deg" tingal "deg deg deg", karena si player pasti ada maksud memasukkan part itu).
*note: setelah menjadi midi, trik yang digunakan dengan drumagog pada bagian kedua bisa diterapkan jg, dengan menggunakan sample drum asli, jadi copy ke midi hanya agar mendapatkan drum yang "bersih".
*note: kalau selain snare, kick, tom dan floor, apakah overhead harus diganti jg? kalau masih bisa diselamatkan sebaiknya jangan diganti. Tapi kalau memang hasil recordingnya kurang baik dan tidak ada waktu untuk recording ulang maka bisa digunakan drumagog untuk replace suara overhead dan hihatnya, atau bisa di gambar ulang dengan midi.
fuuhhh...sekarang waktunya mulai mixing drum, atau ngerokok dulu sebatang dua batang sambil pesen es teh manis ke warung depan, hehe. kalau sudah fresh waktunya kita mixing! lanjut.
Kick
Untuk kick drum biasanya kalau kita dengar di sound monitoring (dan saya sangat menyarankan mixing di sound monitoring bukan di speaker pc atau earphone, krn hasilnya akan terasa saat sudah selesai) maka sound "harusnya" terasa di bagian dada ke bawah.
Pendekatan eq yang bisa digunakan menurut mamang maseratti dalam mix with masters adalah mengurangi dulu baru menambahkan, jadi kita bisa mengurangi dulu frekuensi low nya, baru menambahkan frekuensi di area 3-4khz, setelah itu lihat apakah kick perlu dicompress agar power nya imbang di sepanjang lagu. menambahkan reverb sangat pendek dan kecil juga membantu agar kick seperi bernafas (salah contoh yang menggunakan ini sebagai effect adalah mixingan lagu green day "american idiot" ). Pada saat ini saya biasanya sudah menambahkan buss untuk sidechain drum dengan instrumen lain nantinya (walaupun masih di mute).
Snare
Snare ini bener2 bisa menguras pikiran, hehe. Eq yang diterapkan biasanya menambah low dan high, kalaupun kita harus mengurangi middle perhatikan jangan sampai snare terdengar seperti tak bertenaga. Reverb yang digunakan pada snare biasanya lebih dari satu, yang bisa kita lakukan adalah reverb medium pada track, reverb panjang pada reverb gate, reverb pendek setelah reverb gate.
Ahhh.. reverb gate reverb, karena sudah tersebut mari kita lihat apa sih gunanya tehnik ini. pertama2 coba solo kan snare, tambah reverb yang panjang, lalu "potong" ekor reverbnya dengan gate. seharusnya bunyinya dari tahhhhhhh jadi tahhhup, maaf kalau terdengar aneh. Hal ini sangat sering digunakan, jadi reverb snare terasa basah tanpa ada ekor panjang dari reverb yang mengganggu. coba eksperimen dengan tehnik ini untuk mendapatkan hasil maksimal.
Sama seperti kick biasanya snare di-compress agar imbang powernya dan biasanya jg saya sudah siapkan buss sidechain snare untuk digunakan bersama instrumen lain. Kalau snare sudah terasa "menampar" muka maka anda dalam jalur yang benar. :)
*note: bila kita menggunakan suara snare asli tapi terganggu dengan suara bocoran instrument lain, khususnya hihat, kita bisa menggunakan noise gate yang di set agar suara snare nya saja yang terbaca, atau bisa menggunakan de-esser dan multiband compressor untuk menekan suara hihat yang terlalu tajam.
Toms
Pertama2 untuk mendapatkan tom dan floor yang bersih gate bisa digunakan, jd di"trigger" hanya akan terbuka pada suara tom dan floor masuk, atau ada cara bisa gunakan yaitu hanya memotong clip audio di bagian yang tidak ada suara toms dan floor lalu d crossfade ujung2nya, jd kita masih dapat frekuensi full tanpa harus menggunakan gate.
Tips eq untuk toms biasanya kita harus mengurangi sedikit low dan menambahkan upper middle dan high nya (hati2 bila menggunakan suara drum asli, menambahkan frekuensi high terlalu banyak akan mengacaukan bocoran cymbal ). gunakan reverb bila suara nya terasa "mati" (tanpa sustain). Reverb yang digunakan juga di usahakan se-warna dengan snare dan kick jadi terkesan mainnya dalam satu ruangan.
*note: trik yang sering dilakukan pada floor adalah menambahkan reverb agak banyak pada part2 tertentu dari lagu yang membutuhkan impact lebih besar.
Hihat dan cymbals
Untuk eq hihat dan cymbals lebih baik menggunakan filosofi mengurangi dari pada menambahkan, jadi untuk mendapatkan hasil yang bagus kita kurangi bass, kuranggi middle nya yang lumayan banyak (karena biasanya bocoran drum ada di frekuensi ini), kurangi pula high nya sedikit agar tak terlalu tajam.
Apakah perlu reverb untuk hihats dan cymbals? mmm....bisa kalau sustain nya kurang panjang, tapi hati2 jangan sampai suaranya jadi kabur. :)
Apakah hihats dan cymbals perlu di compress? bisa iya bisa tidak. tapi saya lebih senang menggunakan pararel compression untuk hihats dan cymbals, karena meng compress satu2 hihats dan cymbals "kadang2" mengurangi emosi yg dikeluarkan dari si pemain. Jadi send data hihats cymbals yg telah di eq dan reverb jadi satu, lalu masukkan kembali ke project dan compress habis2an data itu, lalu dicoba dengan mute dulu track compress an nya, mainkan lagunya, nyalakan track compress nya dan naikkan volumenya pelan2. Cara yang lebih mudah lagi sudah banyak plugin compressor yang ada pilihan pararel comp nya.
*note: pararel comp jg banyak digunakan pada lagu berbasis sample seperti house atau techno, karena bisa mempadatkan sound bila dalam lagu ada part2 dimana volume nya memang sengaja dari kecil lalu ke besar ke kecil lagi.
*note: kalau dalam data rekamannya ada data room untuk drum maka bisa kita gunakan untuk mempertebal keseluruhan suara drum. Jadi coba di dengarkan suara drum yang telah dimixing tanpa room nya, lalu play lagi dengan track room nya dinyalakan, coba dari volume terkecil lalu di angkat pelan2 sampai dapat feel yg diinginkan. room jg bs di tambahkan reverb kalau terasa kurang "room-my".
Check
Ok harusnya sekarang kita sudah mendapatkan sound drum yg bagus, padat, emosinya terasa, dan soundnya tidak terdengar "belang". Perhatikan bocoran2 yang ada bila menggunakan suara drum asli, dan bila menggunakan sample pastikan drumnya terdengar seperti dari satu perangkat yang sama.
*note: kita bisa bermain dengan compressor, limiter mauapun plugin yang ada tape saturationnya pada output drum, bahkan bisa kita sisipkan flanger yang kt set akan hidup pada part2 tertentu dilagu, gunakan lah berabagai parameter yang di connect ke envelope track jadi kt bisa bermain dengan sound drum kita (seperti menaikkan level track room di part yang membutuhkan suara drum lebih tebal).
Selamat bereksperimen :)
-Alfan Zarkasih-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar